Menerjang Atau Bertahan Saat Melewati Banjir

Nekat menerjang banjir pasti ada resiko. Namun, dorongan untuk cepat pulang serta berkumpul dengan keluarga bikin akal sehat kadang-kadang sukai dilupakan. 


Nah, dari pada ambil langkah salah, serta berbuntut rusaknya pada mobil, tambah baik ikuti banyak hal berikut ini. Servis Auto2000 menuturkan sebagian penelusuran yang perlu dikerjakan sebelum saat " memaksa " mobil menerjang banjir.


1. Kenali batas ketinggian maksimum genangan air yang bakal dilewati, serta bandingkan dengan posisi aktual ketinggian saringan hawa kendaraan Anda (rata-rata : sedan +/-70cm, non sedan +/-85cm). Paling gampang, batas aman maksimum level ketinggian air yang bisa dilewati yaitu 1/2 dari diameter roda kendaraan. Bila lebih tinggi, dianjurkan untuk mencari alternatif jalan lain.  
2. Janganlah mengambil jalur jalan terlampau ke pinggir, lantaran roda memiliki resiko untuk masuk ke lubang atau selokan yang tertutup air.
3. Jauhi banjir dengan keadaan aliran deras lantaran berisiko bikin kendaraan terbawa arus.  
4. Kendalikan mobil saat berkendara, kecepatan stabil serta konstan dan dalam posisi gigi rendah. Bila dipaksa dengan kecepatan tinggi, berisiko menyebabkan ombak atau riak air yang malah dapat masuk ke area bakar lewat saluran filter hawa. 
5. Mobil yang melaju di genangan dengan kecepatan tinggi juga berisiko mengakibatkan kerusakan komponen dibagian depan kendaraan yang terbuat dari plastik, seperti bemper, lampu kabut, gril, kipas radiator, dan sebagainya. 
6. Jauhi jalan yang tertutup tanah/lumpur bekas banjir, lantaran jalanan bakal jadi licin. 
7. Selalu awasi berita terbaru masalah lokasi-lokasi yang banjir. Tambah baik jalan agak jauh namun hingga selamat, daripada berisiko besar. 


Water Hammer
Bila waktu menerjang banjir mesin kendaraan tiba-tiba mati, janganlah cobalah untuk menyalakan kembali. Hal semacam ini memiliki resiko menyebabkan rusaknya yang lebih kronis pada komponen mesin, menyebabkan dampak water hammer atau keadaan short circuit pada komponen kelistrikkan. Bila sangat mungkin, benar-benar dianjurkan untuk selekasnya keluar dari banjir memakai derek. 


Water hammer jadi momok kendaraan bermotor bila terjerat banjir. Rencananya, karakter air tak dapat dimampatkan seperti seperti hawa. Jadi kondisinya, air masuk ke area bakar lewat saringan hawa. Saat piston naik ke atas tak mampu memampatkan air, hingga menyebabkan stang piston bengkok, serta menghantam blok mesin sampai pecah. 



Bila telah seperti ini, hanya satu jalan memperbaikinya yaitu dengan turun mesin. Berarti, perlu dana yang relatif cukup besar untuk melakukan perbaikan kerusakkan. Oleh karenanya yang paling aman yaitu janganlah memaksakan diri untuk menerjang banjir bila level ketinggian air telah nyaris meraih ketinggian saringan hawa.
advertisement

Bagikan ke

Di Posting Oleh :

Hi... Saya Ratih Indriati berasal dari Ciamis yang sekarang sedang melanjutkan Study (S2) di salah satu Universitas di Jayapura, Papua. Bukan hanya itu, saya bekerja di salah satu instansi IPDN Kampus Papua bagian Akademik. Selingan untuk mengisi waktu kosong, saya menyalurkan hobby saya melalui blog. Salam hangat buat kalian semua sobat blogger ! Terimakasih sudah berkunjung di blog ini...

0 Response

Terimakasih Atas Kunjungan Anda
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Anda !

No Spam and No Live Link !!!

© 2013 - 2015 Auto Pocket - All Rights Reserved - Protected by DMCA
Scroll to top